Samsung Galaxy S Tak Akan Lagi Pakai Layar Datar

0
515
Berita Banyuwangi, jenggirat tangi, info banyuwangi, seputar banyuwangi, info banyuwangi terbaru, berita banyuwangi terbaru, pariwisata banyuwangi, iklan banyuwangi, promosi banyuwangi, pasang iklan banyuwangi, kirim berita banyuwangi, berita unik banyuwangi, wisata banyuwangi,

Samsung dikabarkan akan mengehntikan penggunaan layar datar untuk ponsel pintar yang akan dirilis tahun depan.

Dengan kata lain, otomatis Samsung dikabarkan akan mengusung penggunaan panel layar melengkung untuk Galaxy S8. Di sisi lain, keputusan Samsung ini justru membuat banyak pihak mempertanyakan kesiapan industri pendukung.

Sejumlah pihak mengaku pesimis industri pendukung bisa memenuhi permintaan akan model ponsel layar melengkung.

Laporan terbaru yang dirilis Korea Herald mengatakan, Galaxy S8 akan dirilis dalam dua varian yakni 5,7 inci dan 6,2 inci yang keduanya mengadopsi layar melengkung di bagian tepi.

Seperti diketahui, pada flagship Galaxy S6 dan Galaxy S7, Samsung memperkenalkan kemunculan dua varian yakni layar datar dan layar dengan tepian melengkung. Seri Edge dipakai sebagai pembeda antara varian layar melengkung dan layar datar.

Strategi terbaru raksasa teknologi asal Korea Selatan ini juga mengatakan Galaxy S8 akan hadir dengan desain minim bingkai sehingga rasio tampilan layar bisa mencapai 90 persen.

Selain perubahan signifikan pada sisi layar, sejumlah pengamat juga menunjukkan kekhawatiran apakah desain ini bisa diterima dengan baik oleh konsumen.

Choo Dae-young, seorang analis di bidang industri elektronik di Korea Institute for Industrial Economics and Trade mengatakan masih ada banyak orang yang merasa kurang nyaman dengan bagian tepi layar yang melengkung. Secara tidak sengaja banyak pengguna yang menyentuh tepian layar saat sedang menggunan ponsel.

“Nampaknya permintaan akan ponsel dengan tepian layar melengkung tidak akan tinggi, karena banyak pengguna yang justru mengeluhkan hal itu. Utilitas bingkai minim pada sebuah ponsel juga tidak terlalu signifikan dibandingkan hal yang sama pada sebuah televisi,” kata Choo.

Lebih jauh Choo menegaskan keputusan Samsung mendorong penggunaan layar melengkung semata-mata hanya untuk alasan diferensiasi desain, bukan dari perspektif efisiensi.

Sebelumnya, Presiden Samsung Mobile Dong-jin Koh pada awal Agustus lalu sempat mengindikasikan fokus perusahaan di masa depan yang hanya akan mengembangkan ponsel layar lengkung.

Kala itu, ia mengaku mempertimbangkan keputusan tersebut untuk menjadi identitas line-up ponsel seri Galaxy S.

Ketimbang menghapus ponsel dengan desain layar konvensional, analis dari NH Investment & Securities Peter Lee justru berharap Samsung menghadirkan inovasi lain di bidang teknologi layar.

“Samsung sebenarnya perlu melakukan inovasi lain dengan fokus menghadirkan perangkat yang bisa dilipat, baik berupa ponsel, tablet, atau lainnya, bukan menghilangkan hal dasar yang dibutuhkan pengguna,” ungkap Peter.

Lini bisnis Samsung Electrnoics saat ini diketahui sedang mengembangkan dua jenis perangkat dengan panel yang bisa dilipat ke luar dan ke dalam. Akhir 2017 kabarnya akan menjadi momen bagi Samsung memunculkan ponsel yang bisa dilipat.

Sementara itu lini bisnis Samsung Display sebagai pembesut panel layar melengkung juga membuat desain serupa untuk produsen asal China, Huawei dan Vivo. Sementara Xiaomi memercayakan pasokan panel layar melengkungnya pada rival senegara Samsung yakni LG Display.

[sumber.cnnindonesia]