Pemuda Tani Jawa Timur Minta Kementan Beri Benih Jagung

0
382

Surabaya – Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) Jawa Timur meminta kepada Kementerian Pertanian segera memberikan benih jagung, yang akan ditanam di 50 ribu hektar lahan tidur.

“Kami sudah mendapatkan lahan sekitar 50 ribu hektar. Datanya sudah kita setorkan ke Kornas Gempita di Jakarta. Kita harapkan, nanti dari Kementerian Pertanian untuk segera memberikan benih jagung,” kata Ketua Gempita Jatim Durrul Izza Alfatawi di sela acara Temu Bisnis Petani Muda di Hotel Sahid, Surabaya, Jumat (3/3/2017).

Ia menerangkan, ada lahan tidur yang tersebar di beberapa daerah di Jawa Timur. Seperti di Kabupaten Banyuwangi, Jember, Lamongan, Sidoarjo dan daerah lainnya.

Lahan tersebut ada milik pribadi, juga ada milik PTPN hingga Perhutani. Data tersebut juga sudah disampaikan ke Jakarta. Selain itu, pihaknya juga sudah menyetorkan calon petani calon lahan (CPCL) yang sudah terdata ke Kementan.

“Lahan tidur ini siap kita tanami dengan jagung. Sesuai harapan dari pak menteri, untuk mendukung swasembada produk jagung,” tuturnya.

Pria kelahiran Kediri ini menerangkan, bantuan benih dari Kementan sekitar 15 kilogram per satu hektar. Harapannya, setiap hektar akan menghasilkan jagung minimal 5,2 ton.

“Minimal kita harapkan bisa produksi 5,2 ton jagung per hektar. Tapi tidak menutup kemungkinan bisa mencapai sampai 7 ton per hektar, tergantung cuaca juga,” tuturnya sambil menambahkan, dengan adanya program tersebut, diharapkan Jawa Timur dapat menyumbang produksi jagung sekitar 30 persen dari total produksi nasional.

Selain berharap benih jagung dapat dikirim dari Kementan pada Maret atau memasuki musim tanam, pihaknya juga meminta dukungan dari Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur. Pasalnya, komunikasi dengan Distan Jatim cukup susah. Berbeda dengan dinas pertanian di tingkat kabupaten, yang ada mendukung program dari pemerintah pusat ini.

“Padahal Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur ini kan kepanjangan dari pemerintah pusat. Kita harapkan, juga ada support dari dinas. Apalagi nanti kita pasti berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Jawa Timur,” jelasnya

[suber.detikcom]