Pelayanan Publik di Banyuwangi Cepat dan Tepat

0
412
Berita Banyuwangi, jenggirat tangi, info banyuwangi, seputar banyuwangi, info banyuwangi terbaru, berita banyuwangi terbaru, pariwisata banyuwangi, iklan banyuwangi, promosi banyuwangi, pasang iklan banyuwangi, kirim berita banyuwangi, berita unik banyuwangi, wisata banyuwangi,

Banyuwangi – Pelayanan publik yang selama ini menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mendapat apresiasi tinggi dari Wakil Presiden (Wapres), Jusuf Kalla (JK), saat menyaksikan secara langsung Public Service Festival yang digelar di halaman Kantor Pemkab Banyuwangi, Kamis (15/12).

“Rakyat ini harus mendapatkan pelayanan yang baik, tepat dan cepat,” pinta JK. “Banyuwangi telah melakukan itu semua. Ini perlu dijaga keberlanjutannya dan terus ditingkatkan,” imbuhnya.

JK melihat, inovasi pemerintahan yang dilakukan oleh Banyuwangi sudah cukup baik. Banyuwangi sebagai daerah dengan berbagai kekurangan, justru berubah menjadi daerah yang lebih baik.

“Banyuwangi itu dimana-mana menjadi contoh. Dari daerah yang dulu kurang menjadi daerah yang lebih,” pujinya.

Pelayanan yang baik, cepat dan tepat itulah, menurut JK, yang diharapkan dari pelayanan yang diberikan oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS). “PNS itu tugasnya melayani masyarakat. Intinya pelayanan. Jadi pelayanan yang tepat dan cepat itulah yang terbaik,” tegas JK.

 Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, menjelaskan pelayanan publik kepada Wakil Presiden, Jusuf Kalla, saat menyaksikan secara langsung Public Service Festival yang digelar di halaman Kantor Pemkab Banyuwangi, Kamis, 15 Desember 2016.

Dalam Public Service Festival, ditampilkan beberapa inovasi pelayanan publik yang dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi. Mulai dari pelayanan administratif, kesehatan, pendidikan hingga berbagai pelayanan sosial kepada masyarakat Banyuwangi.

Dalam pelayanan administratif, misalnya, Pemkab Banyuwangi mengembangkan pelayanan berbasis Informasi Teknologi. Seperti halnya Program Smart Kampung, Lahir Procot Pulang Bawa Akta, Transparansi Pengelolaan Anggaran Keuangan Daerah, Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (SAKIP), e-village budgeting dan monitoring.

Sedangkan dalam bidang pendidikan dan perlindungan anak, Banyuwangi mengembangkan pelayanan Siswa Asuh Sebaya (SAS), Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh) dan Banyuwangi Cildren Center (BCC).

Adapun dalam bidang kesehatan, inovasi yang dikembangkan oleh Banyuwangi sudah berbasis Puskesmas. Seperti halnya membentuk tim yang memanfaat para pedagang sayur keliling untuk mencari para ibu hamil yang berisiko tinggi.

“Kami terus berupaya melakukan perbaikan. Misalnya soal pembangunan desa, ada e-village danmonitoring system. Bisa di-klik titik-titik proyeknya, sampai ada foto-foto perkembangan pembangunannya. Jadi tidak bisa diselewengkan, tidak ada proyek ganda,” kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

[sumber.beritasatu]