Natal di Banyuwangi Aman, Bupati Anas: Ini Modal Membangun Daerah

0
460
Berita Banyuwangi, jenggirat tangi, info banyuwangi, seputar banyuwangi, info banyuwangi terbaru, berita banyuwangi terbaru, pariwisata banyuwangi, iklan banyuwangi, promosi banyuwangi, pasang iklan banyuwangi, kirim berita banyuwangi, berita unik banyuwangi, wisata banyuwangi,

Banyuwangi – Perayaan Natal di Banyuwangi, Jawa Timur, berlangsung meriah dan aman. Tak ada insiden berbahaya ataupun aksi sweeping yang ditakutkan seperti yang terjadi di beberapa daerah.

“Apresiasi yang tinggi untuk masyarakat Banyuwangi yang menjunjung toleransi beragama. Sehingga rasa aman ini bisa membuat pembangunan daerah tak terhambat,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kepadadetikcom, Minggu (25/12/2016).

Anas mengapresiasi sekaligus mengajak para pendeta untuk terus berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah. Peran pendeta sebagai tokoh agama cukup penting dalam mengajak umat ikut merasa memiliki daerah, sehingga dapat mendukung program-program pengembangan yang dilakukan pemerintah daerah.

Para pendeta juga berperan dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Banyuwangi.

“Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada para pemuka agama, termasuk para pendeta. Sinergi dan kerukunan antarelemen masyarakat ini penting sebagai bekal membangun daerah,” tambah Anas.

Anas mengatakan Banyuwangi terus berbenah melakukan berbagai pembangunan untuk memajukan daerah. Hal ini tidak mungkin dilakukan oleh pemerintah daerah tanpa dukungan dari para pemuka agama.

“Banyuwangi ini telah menjadi daerah yang penuh kedamaian, di mana para pemeluk agamanya saling menghormati. Ini tidak lepas dari peran para pemuka agama yang memberikan nasihat baik kepada umatnya. Saya minta agar hal ini bisa terus terjaga di Banyuwangi,” kata Anas.

Natal di Banyuwangi Aman, Bupati Anas: Ini Modal Membangun DaerahArdian Fanani/detikcom

Anas melanjutkan, dalam periode kedua kepemimpinannya ini, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, salah satunya masalah kependudukan. Setiap tahunnya di Banyuwangi lahir 23 ribu bayi yang menjadi penduduk baru kabupaten tersebut. Hal ini membawa konsekuensi bagi munculnya pemenuhan kebutuhan makanan, sandang, kesehatan, pendidikan, hingga lapangan kerja.

“Agar semua bisa berjalan dengan baik, perekonomian daerah terus berjalan dengan sehat kondisi Banyuwangi yang kondusif harus terus terjaga. Itu adalah tugas kita bersama dalam mewujudkannya,” ujar Anas.

Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Pendeta Anang Sulihtiyanto menambahkan pihaknya bersama umat Kristiani mengapresiasi sikap Pemkab Banyuwangi yang selama ini selalu mendukung terwujudnya kerukunan antarumat beragama.

“Kami merasakan hubungan yang sejuk sekali antara pemerintah dan umat, seperti seorang bapak kepada anaknya. Kami juga senang karena selalu diajak ngomong, dilibatkan. Ini penting karena kami bisa menyampaikan ke umat apa-apa yang menjadi program pemerintah,” ujar Anang.

Pendeta Anang juga mengapresiasi pembangunan yang berjalan di Banyuwangi. Menurutnya, pemerataan pembangunan bisa dirasakan hingga wilayah yang jauh dari perkotaan. “Khususnya wilayah kami, yaitu Sarongan, dulu ke Banyuwangi bisa 5-6 jam sekarang setelah infrastruktur jalan dibangun hanya 2,5 jam. Jembatan yang menghubungkan Sarongan dengan Kandangan juga sedang dibangun,” tutur Anang.

[sumber.detikcom]