Minum Kopi Banyuwangi, JK Bicara Beragam Kopi Nikmat Khas Nusantara

0
432
Berita Banyuwangi, jenggirat tangi, info banyuwangi, seputar banyuwangi, info banyuwangi terbaru, berita banyuwangi terbaru, pariwisata banyuwangi, iklan banyuwangi, promosi banyuwangi, pasang iklan banyuwangi, kirim berita banyuwangi, berita unik banyuwangi, wisata banyuwangi,

Banyuwangi – Wakil Presiden Jusuf Kalla menikmati kopi di Sanggar Genjah Arum, Kemiren, Glagah, Banyuwangi. JK menyebut Indonesia punya banyak jenis kopi yang bisa dinikmati masyarakat

“Sebenarnya saya sudah lama tidak minum kopi. Tapi di sini saya habis 2 gelas kopi, nggak kerasa. Di Indonesia kaya akan kopi. Gayo, Mandailing dan enak juga kopai osing Banyuwangi (kopi khas Banyuwangi) ini,” kata JK, Kamis (15/12/2016).

Tak hanya minum kopi, JK juga sempat menyangrai kopi di tempat ini. Tampak mendampingi JK dalam kunjungannya yakni Gubernur Jatim Soekarwo, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dan tokoh adat Suku Using, yang merupakan suku asli Banyuwangi.

“Mari kita minum Kopai Osing, dan kopi rakyat. Di Indonesia, banyak kopi-kopi rakyat yang rasanya nikmat dan lebih murah,” kata JK.

 Wapres Jusuf Kalla di Banyuwangi, Kamis (15/12/2016)Foto: Ardian Fanani-detikcom
Wapres Jusuf Kalla di Banyuwangi, Kamis (15/12/2016)

Bagi JK, bukan cuma kopinya yang nikmat, JK menyebut daerah Banyuwangi sangat menyenangkan. Suasananya sejuk dan orang-orangnya murah senyum.

“Sepanjang jalan tadi, saya lihat warganya semua tersenyum, terlihat bahagia. Di sini orangnya-orangnya murah senyum,” kata JK.

Genjah Arum merupakan tempat ngopi yang dikemas artistik menjadi miniatur perkampungan Suku Using Banyuwangi. Pemilik sanggar Genjah Arum ini adalah Setiawan Subekti merupakan pengusaha dan peracik kopi yang kaya pengalaman.

Iwan sapaan Setiawan, memiliki koleksi kopi dari berbagai belahan dunia yang diracik dengan cara yang berbeda-beda. Termasuk Kopai Osing, yang merupakan asli Banyuwangi.

“Kopi Indonesia sangat baik. Asal proses sangrai dan penyeduhannya benar. Kopai Using salah satu andalan Banyuwangi,” ujar Iwan.

 Wapres Jusuf Kalla di Banyuwangi, Kamis (15/12/2016)Foto: Ardian Fanani-detikcom
Wapres Jusuf Kalla di Banyuwangi, Kamis (15/12/2016)

Sebagai salah satu daerah penghasil kopi di Indonesia, Banyuwangi memiliki sejumlah kegiatan tahunan tentang kopi. Mulai dari festival ngopi sepuluh ewu yang masuk dalam agenda Banywuangi festival, hingga festival petik Kopi Gombengsari dan Festival Kopi Lerek yang digarap oleh komunitas pecinta kopi.

Banyuwangi sendiri memproduksi kopi 9.000 ton/tahun. Kopi yang diproduksi terdiri dari 90 persen jenis robusta dan 10 persen jenis arabica.

Data mencatat produksi kopi di Banyuwangi mencapai 8.047 ton pada 2015, meningkat dari tahun 2014 yang 7.992 ton. Angka produktivitasnya mencapai 19,49 kuintal per hektare.

[sumber.detikcom]