Kecelakaan Beruntun

0
522

Situbondo – Kecelakaan beruntun yang melibatkan enam kendaran bermotor (ranmor) terjadi di Jalan Raya Baluran sekitar Jembatan Bajulmati, Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jatim, Kamis (26/1). Akibatnya, satu orang meninggal dunia dan enam orang lainnya mengalami luka-luka serius serta tiga orang lainnya selamat dan hanya mengalami luka-luka ringan.

Korban tewas di tempat kejadian perkara (TKP) bernama Satuni (70), warga Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi. Enam warga lain yang masih keluarga Satuni yang mengalami luka-luka, antara lain; Andus Syukur (65), Kawit (59), Tolak, 50; Atmi, 50; Ponimah (35), dan Sunandar (32). Sedangkan tiga orang yang mengalami luka-luka ringan dan selamat, adalah; Saperi (37) sopir Isuzu Panther, Suhara (60) dan bocah bernama Fadil (8),” ujar Kanit Laka Lantas Polres Situbondo, Ipda Sutanto, semalam.

Menurut keterangan para saksi mata laka lantas itu terjadi bermula dari truk warna putih yang melaju dari arah utara ke selatan.

Truk hendak mendahului antrean panjang karena di sekitar lokasi jembatan jalannya rusak dan banyak berlubang. Diduga remnya blong, sopir truk yang masih kabur gagal mengendalikan kendaraannya dan langsung banting setir ke kiri. Akibatnya, menghantam keras mobil Mitsubhisi L300 warna hitam bermuatan besi tua yang datang dari arah berlawanan.

Bahkan sedemikian kencangnya laju truk juga menabrak mobil Isuzu Panther yang sedang antre dan mengangkut 10 orang penumpang. Akibat kerasnya benturan, menjadikan mobil Isuzu Panther terdorong ke depan dan menghantam truk lain yang ada di depannya hingga ringsek. Karenanya, kabin Isuzu Panther menjepit sejumlah korban yang ada di dalam mobil hingga salah seorang di antaranya tewas dan enam orang lainnya luka-luka serius. Selain itu dampak lain, mobil Isuzu Panther juga menyeruduk pengendara sepeda motor Honda Vario dan Yamaha Mio yang ada di dekatnya.

“Kita masih memburu sopir truknya yang kabur setelah mengetahui remnya blong,” ujar Kanit Laka Lantas Polres Situbondo, Ipda Sutanto, semalam.

Ia berharap sopir truk yang melarikan diri segera menyerahkan diri daripada ditangkap paksa dan mendapatkan hukuman lebih berat karena dinilai tidak bertanggung jawab dan tidak manusiawi.

[sumber.beritasatu]