Gubernur Soekarwo Minta HIPMI Peduli Pengusaha UMKM

0
339
Berita Banyuwangi, jenggirat tangi, info banyuwangi, seputar banyuwangi, info banyuwangi terbaru, berita banyuwangi terbaru, pariwisata banyuwangi, iklan banyuwangi, promosi banyuwangi, pasang iklan banyuwangi, kirim berita banyuwangi, berita unik banyuwangi, wisata banyuwangi,

Gubernur Jawa Timur Soekarwo meminta pengusaha muda yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) berperan aktif mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Diantaranya membantu dan peduli terhadap pengusaha usaha kecil mikro menengah (UMKM).

“Ada beberapa masalah di industri UMKM seperti packaging produk. HIPMI harus ikut membantu pengusaha UMKM, agar produk-produk UMKM ini tidak kalah dengan negara lain,” kata Soekarwo saat menghadiri Rakerda XIV dan Diklatda I BPD HIPMI Jawa Timur di Hotel Mercure Surabaya, Rabu (14/12/2016).

Gubernur Jatim yang akrab disapa Pakde Karwo menambahkan, tidak hanya masalah packaging produk. Industri pengolahan di Jatim juga rata-rata menggunakan mesin yang sudah usang alias kuno, sehingga tidak bisa berkompetisi di industri pengolahan.

“Perdagangan akan naik apabila packagingnya bagus. Jadi saya usulkan ada pelatihan packaging,” tuturnya.

Selain itu, Hipmi juga diminta dapat menjadi collector bahan baku dari daerah lain, seperti Ternate. Selama ini 75 persen barang di Pelabuhan Tanjung Perak dibawa ke Ternate, tapi baliknya ke sini hanya 5 persen.

“Saya berharap bukan 5 persen, tapi kalau bisa yang dibawa ke sini bisa mencapai 20 persen. Potensi ini karena ada purchasing power di Jawa Timur cukup tinggi,” jelasnya sambil menambahkan, Hipmi dan Kadin Jatim perlu duduk bersama untuk membahas permasalahan tersebut.

Soekarwo juga menyinggung permasalahan politik. Katanya, faktor eksternal pembangunan salah satunya adalah konsep politik aman dan nyaman.

“Pembangunan di Jawa Timur harus berubah menjadi pembangunan di bidang industri. Kalau tidak, Jatim tidak akan maju,” katanya.

“Kedua, masalah UMKM di bidang industri agro. Kalau kita mau naik ke middle income, harus diurus betul. Sekarang saja ada sekitar 3.500 (UMKM). Kalau tidak diurus, bisa turun menjadi 2.700-an,” jelasnya.

Sementara Ketua Umum BPD Hipmi Jatim Giri Bayu Kusumah mengatakan, kondisi perekonomian dalam tiga tahun terakhir ini memang belum sepenuhnya stabil. Bahkan, sektor UMKM cukup berat dalam menghadapi kondisi perkonomian saat ini.

“Karena itu, kami berusaha fokus untuk memberdayakan UMKM. Karena UMKM ini relevan untuk menjawab tantangan perekonomian saat ini,” kata Giri.

Ia menerangkan, dalam dua tahun terakhir ini, Hipmi Jatim menggelar berbagai pelatihan bagi UMKM diantaranya mengenai manajemen pemasaran, keuangan, ekspor-impor, waralaba hingga bagaimana meningkatkan nilai tambah bagi produk-produk pertanian.

“Total yang mengikuti pelatihan ada 400 UMKM dari berbagai daerah. Seperti Gresik, Sidoarjo, Kediri, Banyuwangi, Sumenep, Jombang, Jember,” jelasnya.

[sumber.detikcom]