Destinasi Wisata Halal Baru di Banyuwangi: Pantai Halal Pulau Santen

0
1836

Banyuwangi – Kota Banyuwangi memang selalu punya cara untuk menarik wisatawan. Setelah sukses dengan aneka festival, kini akan ada pantai halal khusus wanita dan anak.

Konsep wisata halal yang selama ini menjadi salah satu impian Banyuwangi kini terwujud. Pulau Santen beralaskan pasir hitam legam kini disulap menjadi jujugan baru berbasis pantai syariah. Wisata halal ini berdiri tepat di bekas kawasan lokalisasi pakem.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, konsep ini dikembangkan sebagai diferensiasi serta segmentasi pariwisata Banyuwangi terhadap daerah lain. Konsep halal tourism tidak serta-merta diperuntukkan bagi kaum muslim.

Halal tourism merupakan konsep besar pengembangan destinasi, yang di antaranya ditandai dengan jaminan fasilitas halal. Seperti, makanan halal, tidak menjajakan alkohol, pemberitahuan waktu jelang beribadah (azan), tempat bersuci lengkap dengan fasilitas tempat ibadah, serta fasilitas berkonsep pemisahan antara laki-laki dan perempuan.

“Ini bukan soal SARA, tapi bicara soal segmentasi pasar, bicara strategi pemasaran. Destinasi ini bukan hanya untuk muslim, tapi untuk semua umat. Pengunjungnya siapapun boleh menikmati. Konsepnya halal tourism, menjamin makanan halal. Semuanya kita lakukan bertahap seiring dengan penataan yang akan terus berjalan,” ujar Anas saat pra-peluncuran Pulau Santen sebagai destinasi halal tourism, Kamis (2/3/2017).

Kawasan Pantai Pulau Santen yang berada di Kelurahan Karangrejo ini dulu sebagai lingkungan kumuh. Tak jauh dari gerbang masuk Pulau Santen, ada tempat prostitusi Pakem yang telah ditutup. Kini pulau ini mulai ditata. Saat ini dengan bertahap, Pantai Pandanaan di sisi selatan akan dikembangkan beach club for women. Desainnya sedang digarap sejumlah arsitek kondang.

Pulau Santen di sentuh dengan konsep halal tourism lantaran potensinya besar. Halal tourism terus tumbuh dan harus direspons untuk mengembangkan pariwisata daerah.

Populasi umat Islam di dunia sekitar 1,6 miliar jiwa, di Indonesia lebih dari 200 juta jiwa, dan terus bertambah. World Halal Tourisn Summit memprediksi, pada 2019, perputaran uang di industri halal tourism mencapai USD 238 miliar.

“Singapura, Jepang, Thailand dan beberapa negara di Asia sudah berlomba menggarap halal tourism. Meskipun negara-negara itu punya penduduk muslim minoritas, tapi jumlah hotel dan restoran bersertifikasi halal lebih banyak dibanding Indonesia. Dengan pasar yang besar, sedikit saja masuk ke Banyuwangi tentu sangat bisa menggerakkan perekonomian lokal,” papar Anas.

Pulau Santen yang secara teritorial berada dalam gengaman aset TNI AD terus ditata bersinergi dengan Pemkab Banyuwangi secara berkelanjutan oleh berbagai elemen. Mulai dari masyarakat hingga tokoh agama.

Kasrem 083 Baladika Jaya, Letkol (Kav) Rahyanto Edy Yunianto, menambahkan, pihaknya mendukung dan mengapresiasi konsep pariwisata halal yang digagas Banyuwangi. Dalam pengelolaan akan saling bersinergi dengan lintas sektoral untuk kesejahteraan warga.

“Kami mengapresiasi dan mendukung pengembangan pariwisata yang digagas Bupati. Secara prinsip kami siap berpartisipasi,” pungkasnya.

[sumber.detikcom]