Chef Juna Apresiasi Promosi Wisata Banyuwangi lewat Festival Kuliner

0
466

BANYUWANGI – Banyuwangi Festival kembali menghadirkan ajang promosi kuliner lokal. Chef Juna yang hadir dalam Festival Banyuwangi Kuliner tahun ini menilai langkah Banyuwangi menggelar festival kuliner sangat tepat, seiring dengan pengembangan dunia pariwisata di Banywuangi.

Festival Banyuwangi Kuliner tahun ini mengangkat masakan lokal pecel pitik. Pecel pitik adalah makanan yang berbahan utama ayam bakar yang dibalur dengan parutan kelapa berempah. Pecel pitik sendiri, menurut chef yang bernama lengkap Junior Rorimpandey itu, memiliki cita rasa yang kaya. Hal ini, karena proses pemberian bumbu yang spesial. Mulai dari daging ayamnya, parutan kelapa hingga sambal kacangnya.

“Memberi bumbu yang sampai tiga tahap tersebut, membuat cita rasa pecel pitik ini cukup unik. Mulai dari ayam, parutan kelapa dengan bumbunya, hingga ada tambahan kacang, ini yang bikin menarik,” ungkap chef kelahiran Manado, 20 Juli 1975 itu.

Terkait agenda wisata festival kuliner yang digelar Banyuwangi, Chef Juna sangat mengapresiasi langkah pemkab mempromosikan kuliner untuk pengembangan pariwisata. Menurutnya, kuliner merupakan salah satu pendukung dari pengembangan industr pariwisata.

“Setidaknya ada empat faktor yang mendukung pariwisata. Antara lain wisata alam, wisata reliji, budaya, dan terakhir kuliner. Maka, pengembangan pariwisata mau tak mau juga harus mengembangakan kulinernya. Bisa dikatakan, kuliner menyumbang 25 persen dari sektor pariwisata ini,” papar salah satu anggota dari Indonesia Chef Association tersebut.

Untuk itu, dia meminta pelaku kuliner daerah fokus pada pengembangan dan penyajian kulinernya, terutama menyajikan makanan yang higienis. Sehingga wisatwan yang mencicipi kuliner daerah, akan merasa puas dan nyaman.

“Wisatawan itu orangnya open minded. Mereka mau mencoba kuliner apa saja yang ada di suatu daerah. Maka, jika kuliner tersebut cocok, akan mudah dikenal oleh dunia. Jadi ciptakan rasa yang enak di lidah, dan didukung pula susana makan yang nyaman. Itu kuncinya,” kata Chef Juna.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan festival kuliner ini digelar untuk mempromosikan kuliner daerah.

“Di saat sektor lain stagnan, fashion dan kuliner ini terus tumbuh. Untuk itu, setiap tahun kami sajikan tema yang berbeda untuk mempromosikan khazanah kekayaan kuliner lokal Banyuwangi. Beberapa tema kulier yang pernah diangkat pada tahun-tahun sebelumnya adalah rujak soto, sego cawuk, dan nasi tempong,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat membuka Festival Banyuwangi Kuliner, Rabu (12/4).

Di samping itu, event ini juga bertujuan untuk memberikan manfaat secara ekonomis bagi para pelaku kuliner. “Jadi warung-warung yang jual kuliner lokal bisa makin laris. Chef Juna kami ajak terlibat di festival ini juga untuk memicu kreasi pelaku kuliner,” pungkas Anas.

[sumber.beritasatu]