Banyuwangi Masuk Top 10 Indeks Pariwisata Indonesia

0
412
Berita Banyuwangi, jenggirat tangi, info banyuwangi, seputar banyuwangi, info banyuwangi terbaru, berita banyuwangi terbaru, pariwisata banyuwangi, iklan banyuwangi, promosi banyuwangi, pasang iklan banyuwangi, kirim berita banyuwangi, berita unik banyuwangi, wisata banyuwangi,
Berita Banyuwangi, jenggirat tangi, info banyuwangi, seputar banyuwangi, info banyuwangi terbaru, berita banyuwangi terbaru, pariwisata banyuwangi, iklan banyuwangi, promosi banyuwangi, pasang iklan banyuwangi, kirim berita banyuwangi, berita unik banyuwangi, wisata banyuwangi,

Banyuwangi – Kabupaten Banyuwangi berhasil menjadi satu dari 10 kabupaten/kota peringkat tertinggi Indeks Pariwisata Indonesia. Penilaian ini, dilakukan oleh Kementerian Pariwisata (Kempar) dan para pemangku kepentingan (stakeholder) terkait dengan mengacu pada Travel and Tourism Competitive Index dari World Economic Forum (WEF).

Indeks Pariwisata Indonesia disusun berdasarkan sejumlah kriteria. Di antaranya aspek tata kelola, infrastruktur pendukung, potensi wisata, dan lingkungan pendukung bisnis pariwisata. Peringkat indeks tersebut diumumkan oleh Kementerian Pariwisata (Kempar) di Jakarta, Selasa (6/12).

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, mengatakan, pihaknya mengapresiasi kiprah Banyuwangi karena kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini berangkat nyaris dari nol untuk mengembangkan pariwisatanya. Berbeda dengan kota besar lain yang infrastruktur pariwisatanya sudah maju terlebih dahulu.

“Selamat. Banyuwangi terpilih sebagai Top 10 Indeks Pariwisata. Saya harap, ini melecut semua pihak untuk bekerja lebih keras dan lebih cerdas lagi,” kata Arief.

Rumah Apung di Pantai Bangsring, Banyuwangi.

Menanggapi penghargaan tersebut, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengatakan, penilaian ini memacu Banyuwangi untuk terus berbenah.

“Kami bersyukur karena dinilai cukup baik dalam mengembangkan pariwisata. Apalagi dari Top 10 ini, mayoritas adalah kota besar yang pariwisatanya sudah terkenal maju dan menjadi destinasi unggulan,” ujar Anas.

Partisipasi publik, lanjutnya, merupakan salah satu faktor terpenting dalam pengembangan pariwisata. Di Banyuwangi, kata Anas, partisipasi berkembang. Kelompok anak muda mengembangkan wisata di kampung-kampung, seperti hutan pinus Songgon, wisata sejarah Kampung Temenggungan, wisata kopi Gombengsari, desa wisata Banjar jelajah budaya Desa Adat Kemiren, dan Bangsring Underwater.

“Partisipasi ini yang tidak ternilai. Artinya rakyat merasakan dampak langsung pariwisata terhadap kesejahteraannya, sekaligus mampu membentuk budaya aman, ramah, dan toleran di lingkungannya masing-masing,” kata Anas.

[sumber.beritasatu]