Banyuwangi masuk dalam 10 peringkat potensi pariwisata tertinggi

0
363
Berita Banyuwangi, jenggirat tangi, info banyuwangi, seputar banyuwangi, info banyuwangi terbaru, berita banyuwangi terbaru, pariwisata banyuwangi, iklan banyuwangi, promosi banyuwangi, pasang iklan banyuwangi, kirim berita banyuwangi, berita unik banyuwangi, wisata banyuwangi,

Ada sebuah terobosan baru dalam rakornas IV Pariwisata di Hotel Sultan, Jakarta pada 6-7 Desember yang digelar Kemenpar. Pertama kalinya, Kemenpar meluncurkan Indeks Pariwisata Indonesia (IPI) dari 505 kabupaten-kota se-Indonesia. Penyusunan ranking itu didapat melalui survei dan mengacu pada Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) yang dikeluarkan World Economic Forum (WEF) serta sudah disesuaikan dengan kondisi di Indonesia.

“Gunakan global standard agar kita bisa berkompetisi di level global. Standar penilaiannya menggunakan TTCI – WEF yang sudah diakui dunia, dan semua Negara dipotret dengan analisa indikator serta kriteria yang mereka buat. Hasil itu bisa digunakan untuk mengukur kesiapan daerah tujuan pariwisata menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional,” ujar Menpar Arief Yahya.

Pengukuran IPI berbasis data sekunder (data statistik) digunakan untuk menentukan skor indeks daya saing pariwisata di 505 kabupaten/kota. Empat aspek penopang pariwisata seperti aspek lingkungan pendukung bisnis, tata kelola, potensi wisata, dan infrastruktur semuanya dinilai. Keempat aspek inilah yang disusun sebagai basis konsep pengukuran IPI. Totalnya ada 78 indikator data yang dikelompokkan menjadi 14 pilar penilaian. Tiap pilar dikelompokkan lagi menjadi empat aspek pengukuran utama.

Pengukuran indeks persepsi juga dilakukan terhadap 25 daerah dengan skor tertinggi berdasarkan hasil pengukuran indeks daya saing pariwisata. Survei persepsi yang menggunakan model wawancara tatap muka ini bertujuan mengetahui bobot hasil pengukuran indeks daya saing dengan memasukkan penilaian masyarakat terkait pembangunan pariwisata di daerah masing-masing. “Tim penelitinya juga kredibel, terpercaya, yakni Kompas,” kata Arief Yahya.

Hasilnya, tingkat daya saing tertinggi industri pariwisata Indonesia masih didominasi kota-kota besar. Kota Denpasar menduduki peringkat tertinggi dalam Indeks Pariwisata Indonesia dengan skor 3,81 dari rentang skala indeks 0 – 5. Aspek lingkungan pendukung bisnis, tata kelola, dan infrastruktur menjadi penopang utama keunggulan ibu kota Provinsi Bali itu. Denpasar juga sukses menyambar posisi pertama untuk kategori Aspek Lingkungan Pendukung Bisnis dengan skor 3,71.

Kesiapan infrastruktur, dukungan lingkungan bisnis, dan nama Bali yang sudah terkenal di dunia menjadi pondasi kokoh pengembangan pariwisata Denpasar. Posisi sebagai pusat persebaran wisatawan juga menjadi berkah bagi Kota Denpasar. Lingkungan bisnis yang mapan, ketersediaan sumber daya manusia, serta kesiapan infrastruktur teknologi informasi (TI) menjadi pilar paling berperan membangun lingkungan pendukung pariwisata kota ini.

“Penilaian telah dilakukan sebelumnya melalui survei persepsi yang menggunakan model wawancara tatap muka, pembobotan hasil pengukuran indeks daya saing dengan memasukkan penilaian masyarakat terkait pembangunan pariwisata di daerah masing-masing yang dilakukan Litbang Kompas,” terang Kadis Periwisata Kota Denpasar, Wayan Gunawan.

Menurut Wayan, hasil ini tak terlepas dari program yang diluncurkan Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra dengan dukungan dari seluruh masyarakat Kota Denpasar dalam pembangunan dan pengembangan bidang pariwisata. Kegiatan pelestarian dan penguatan budaya, infrastruktur, kebersihan, sosial, keamanan dan ketertiban, hingga pendidikan,selalu dijaga dengan baik. “Heritage City Tour juga menjadi acuan Pemkot Denpasar dalam mengembangkan kawasan pariwisata yang ada serta dapat diperkenalkan secara luas,” paparnya.

Gunawan juga mengungkapkan program Walikota Rai Mantra yang mengajak seluruh pengusaha hotel untuk mewujudkan green city melalui green hotel. Dalam mengimplementasikannya juga harus sejalan dengan dari Tri Hita Karana.”Penghargaan ini nantinya dapat memacu kembali program-program Pariwisata Budaya yang tentunya didukung penuh seluruh masyarakat Kota Denpasar,” ujar Gunawan.

Selain Denpasar, Kota Surakarta juga Berjaya di kategori Aspek Tata Kelola. Untuk Aspek Tata Kelola,Surakarta menyambar skor skor 3,99. Peringkat tertinggi menurut Aspek Potensi (jumlah) Wisata Alam dan Wisata Buatan adalah Kabupaten Sukabumi (skor 3,79), sedangkan peringkat tertinggi menurut Aspek Infrastruktur Pendukung adalah Kota Makassar (skor 4,39).Berikut ini merupakanHasil Pengukuran Indeks Pariwsata Indonesia:

Sepuluh Peringkat Tertinggi Indeks Pariwisata Indonesia

No. Kota Total Skor IPI
1. Kota Denpasar 3,81
2. Kota Surabaya 3,74
3. Kota Batam 3,73
4. Kab Sleman 3,72
5. Kota Semarang 3,59
6 . Kab Badung 3,55
7. Kota Bandung 3,39
8 . Kab Banyuwangi 3,30
9. Kab Bogor 3,27
10. Kab Bantul 3,22

5 Peringkat Tertinggi Aspek Lingkungan Pendukung Bisnis Pariwisata
No KAB/KOTA SKOR PERINGKAT
1 Kota Denpasar 3,71 1
2 Sleman 3,42 2
3 Kota Semarang 3,26 3
4 Kota Surabaya 3,21 4
5 Bantul 3,19 5

5 Peringkat Tertinggi Aspek Tata Kelola Pariwisata

No KAB/KOTA SKOR PERINGKAT
1 Kota Surakarta 3,99 1
2 Kota Denpasar 3,79 2
3 Badung 3,68 3
4 Kota Makassar 3,59 4
5 Kota Yogyakarta 3,54 5

5 Peringkat Tertinggi Aspek Infrastruktur Pendukung Pariwisata
No KAB/KOTA SKOR PERINGKAT
1 Kota Makassar 4,39 1
2 Kota Denpasar 4,12 2
3 Kota Bandung 4,12 3
4 Kota Surabaya 3,89 4
5 Kota Palembang 3,75 5

5 Peringkat Tertinggi Aspek Potensi Wisata Alam dan Wisata Buatan

No KAB/KOTA SKOR PERINGKAT
1 Sukabumi 3,79 1
2 Badung 3,45 2
3 Bogor 3,39 3
4 Wakatobi 3,29 4
5 Raja Ampat 3,25 5

[sumber.detikcon]