Banyuwangi Ijen Green Run 2016, Suguhan Wisata Alam Berbalut Olahraga

0
513
Berita Banyuwangi, jenggirat tangi, info banyuwangi, seputar banyuwangi, info banyuwangi terbaru, berita banyuwangi terbaru, pariwisata banyuwangi, iklan banyuwangi, promosi banyuwangi, pasang iklan banyuwangi, kirim berita banyuwangi, berita unik banyuwangi, wisata banyuwangi,
Berita Banyuwangi, jenggirat tangi, info banyuwangi, seputar banyuwangi, info banyuwangi terbaru, berita banyuwangi terbaru, pariwisata banyuwangi, iklan banyuwangi, promosi banyuwangi, pasang iklan banyuwangi, kirim berita banyuwangi, berita unik banyuwangi, wisata banyuwangi,

Banyuwangi – Banyuwangi Ijen Green Run 2016 sukses digelar. Sebanyak 500 pelari meramaikan trail run yang melintasi lereng Gunung Ijen, Banyuwangi, Sabtu (3/12/2016).

Lomba lari ini mengambil start di lapangan Perkebunan Kalibendo, Banyuwangi. Para peserta disuguhi bentang alam kawasan Taman Wisata Alam Gunung Ijen yang indah di sepanjang rute.

Ratusan peserta dari berbagai kota di Indonesia ini berpacu mencapai waktu tercepat setelah dilepas Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Para peserta terbagi dari tiga kategori, yaitu kelas 6 KM, 12 KM, hingga 25 KM. Rutenya menyusuri jalur yang melalui cukup menantang, mulai dari tanjakan, turunan yang curam sampai menyeberangi sungai.

Banyuwangi Ijen Green Run 2016, Suguhan Wisata Alam Berbalut OlahragaFoto: Ardian Fanani/detikSport

Para pelari dalam ajang sport tourism ini tak hanya disuguhkan bentang alam yang hijau dan menakjubkan, tapi juga suguhan kultur kehidupan ala masyarakat pegunungan. Para peserta juga disuguhi buah-buahan yang banyak tumbuh di sekitar lereng Gunung Ijen dan berbagai kuliner yang berbahan dasar hasil pertanian di sana oleh warga sekitar. Beberapa warga menyambut para pelari dengan menghidangkan aneka camilan tradisional seperti pisang rebus, ubi, dan kacang rebus.

“Wah rute yang berat. Tapi tadi lewat kebun kopi, dan sawah jadi indah. Yang seru pas nyebrang sungai. Semua rasa lelah terbayar dengan sempurna,” ujar Rudiansyah, peserta yang datang dari Jakarta

Selain rute yang menantang, para pelari disambut lintasan yang memiliki pemandangan alam yang memesona, mulai dari hutan pinus, persawahan, dan perkebunan kopi dan karet.

“Kami melewati rute hutan pinus yang panjang, pas di Puncak Seno yang pemandangannya luar biasa. Dari atas, bisa melihat kota Banyuwangi. Sangat indah. Lalu lewat perkebunan kopi yang sedang berkembang karena tadi baunya sangat wangi,” ujar Shandy salah satu peserta lainnya, saat berbincang dengan detikcom.

Salah satu peserta dari Belgia, Stephanie, mengaku sangat antusias mengikuti kompetisi ini. Apalagi Ijen merupakan salah satu tempat wisata favoritnya.

Banyuwangi Ijen Green Run 2016, Suguhan Wisata Alam Berbalut OlahragaFoto: Ardian Fanani/detikSport

“Saya tertarik ikut lomba ini karena saya sangat suka Gunung Ijen,” ujarnya.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengatakan, pihaknya akan terus mendorong pengembangan sport tourism (olahraga berbalut pariwisata). Banyuwangi sangat cocok dikembangkan untuk sport tourism, mengingat potensi alamnya yang mendukung.

“Ini merupakan cara kreatif untuk mempromosikan daerah. Trail run melewati pegunungan di lereng Ijen tentunya menjadi daya tarik tersendiri. Sembari sehat di fisik, para pelari juga akan terpuaskan dengan keindahan alam kawah Ijen,” ujar Anas kepada detikcom.

Ajang ini tercatat diikuti lebih dari 500 runner dari Jakarta, Denpasar, Surabaya, Bekasi, Samarinda, Bogor, Pasuruan, Malang, Semarang, Bandung, Yogyakarta, Bekasi, Gresik, Tangerang, Samarinda, dan Palembang. Tak ketinggalan pula, pelari dari kota di sekitar Banyuwangi, seperti Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Probolinggo.

Banyuwangi Ijen Green Run 2016, Suguhan Wisata Alam Berbalut OlahragaFoto: Ardian Fanani/detikSport

“Ini tentu juga menggerakkan ekonomi karena pelari butuh jasa transportasi, penginapan, kuliner, dan pasti pulang bawa oleh-oleh. Belum lagi mereka bawa rombongan keluarga karena sekalian berwisata di Banyuwangi,” pungkas Anas.